BREAKING NEWS

Kementerian PUPR Matangkan Pembahasan Desain Jembatan Sikabu


Padang Pariaman — Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mewakili Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Kayu Gadang Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, bersama Gatot Sukmara, ST., MM, Kasubdit Perencanaan Teknis Jembatan Direktorat Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Kepala Balai Jalan, Kepala Balai Sungai, serta Kepala Dinas PUPR Padang Pariaman.pada Kamis(06/11).

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama Kementerian PUPR mengenai usulan pembangunan jembatan baru untuk menggantikan Jembatan Kayu Gadang Sikabu yang ambruk akibat banjir pada tahun 2023. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi lapangan, kelayakan teknis, serta kesiapan lahan sebelum proyek pembangunan dimasukkan dalam program prioritas Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 melalui platform SiTIA.

Sekda Rudi Repenaldy Rilis menjelaskan bahwa Jembatan Kayu Gadang Sikabu memiliki posisi strategis sebagai penghubung empat nagari di Kecamatan Lubuk Alung, yakni Nagari Balah Hilir, Nagari Lubuk Alung, Nagari Sikabu, dan Nagari Salibutan. “Jembatan ini adalah akses utama menuju Jalan Nasional Padang–Bukittinggi, jalur distribusi hasil pertanian, serta pintu gerbang menuju destinasi wisata unggulan seperti Tapian Puti, Air Terjun Nyarai, dan arung jeram Batang Anai,” ujarnya.

Berdasarkan hasil perencanaan teknis, jembatan baru akan dibangun di sisi jembatan eksisting dengan rangka baja kelas B sepanjang 80 meter dan bentang girder komposit kelas B sepanjang 30 meter, menyesuaikan perubahan lebar alur sungai dari sekitar 35 meter menjadi 55 meter. Adapun total biaya pembangunan diperkirakan sebesar Rp42,82 miliar.

Sekda menambahkan bahwa ini merupakan tahapan lanjutan yang telah dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati dimana setelah mengajukan usulan dan melakukan audiensi dengan Bapak Dirjen, Balai jalan, dan Balai Sungai dengan demikian  Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya memperjuangkan pembangunan jembatan ini agar dapat segera terealisasi. “Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat, karena keberadaan jembatan ini sangat vital bagi aktivitas ekonomi, transportasi, dan pariwisata masyarakat,” katanya.

Kunjungan lapangan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Padang Pariaman untuk melengkapi dokumen teknis dan perizinan yang dibutuhkan, termasuk permohonan penggunaan sumber daya air Batang Anai ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Pemerintah daerah optimistis pembangunan Jembatan Kayu Gadang Sikabu akan segera terealisasi, mengingat dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar terhadap lebih dari 8.000 jiwa penduduk di wilayah terdampak.